Senyum Sehat Anak Nagari: Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Padang Gelar Aksi Peduli Gigi di Banuhampu
Admin (CI)
22/08/2026 21:07 WIB

Upaya meningkatkan kesadaran pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sejak usia dini terus digencarkan oleh dunia pendidikan tinggi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Padang, sukses menggelar kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan gigi di sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) yang tersebar di wilayah kerja Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam pada Agustus 2026.
Kegiatan ini diketuai oleh Dewi Rosmalia, SKM., M.Kes, bersama tim dosen yang terdiri dari Cici Idela, SST., M.Tr.TGM., M.Kes dan Lili Daryani, S.Si.T., M.Kes. Pergerakan mereka turut diperkuat oleh keterlibatan aktif mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Padang, yang antusias berinteraksi langsung dengan anak-anak usia dini.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Kecamatan Banuhampu yaitu dengan menyasar lima lembaga pendidikan anak usia dini yang tersebar di tiga Nagari di Kecamatan Banuhampu. Adapun lokasi pelaksanaannya meliputi:
1. Nagari Cingkaring: TK Al-Ikhlas Cingkaring dan TK Aisyah Sungai Buluh.
2. Nagari Padang Lua: TK Dahlia Padang Lua dan TK Ibadurrahman Padang Lua.
3. Nagari Sungai Tanang:TK Aisyiyah Raudhatul Atfal Sungai Tanang.
Kehadiran tim Poltekkes Kemenkes Padang disambut dengan penuh suka cita oleh para guru serta anak-anak yang antusias mengikuti setiap rangkaian acara.
Pelaksanaan kegiatan dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar anak-anak tidak merasa takut, melainkan terhibur dan termotivasi. Rangkaian kegiatan meliputi:
1. Edukasi visual berbasis media video: anak-anak disuguhkan tayangan edukatif yang menarik mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi serta mengenalkan makanan yang sehat dan merusak gigi.
2. Demonstrasi sikat gigi menggunakan media phantom rahang dan sikat gigi: tim memberikan contoh nyata cara menyikat gigi yang benar menggunakan phantom (model gigi tiruan) dengan teknik yang mudah dipahami anak-anak.
3. Praktik sikat gigi bersama: puncak keceriaan terjadi saat sesi sikat gigi massal. Setiap anak dibekali perlengkapan pribadi berupa sikat gigi, pasta gigi, dan gelas kumur untuk langsung mempraktikkan ilmu yang baru saja mereka dapatkan.
4. Pemeriksaan status karies (Indeks *deft): kegiatan ditutup dengan pemeriksaan gigi untuk mendeteksi status karies atau gigi berlubang pada anak menggunakan indeks deft (decayed, extracted, filled teeth), guna memetakan tingkat kesehatan gigi anak di wilayah tersebut.
Melalui kegiatan ini, Dewi Rosmalia selaku ketua tim berharap kesadaran menjaga kesehatan gigi dapat ditanamkan sejak dini, sehingga anak-anak terbiasa merawat kesehatan rongga mulut hingga dewasa nanti.
Kesehatan gigi anak usia dini adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang mereka. Melalui edukasi yang menyenangkan dan aksi nyata seperti sikat gigi bersama, kami ingin menumbuhkan kebiasaan baik yang kelak terbawa hingga mereka dewasa. Respon positif juga datang dari para guru dan pengelola TK di Kecamatan Banuhampu. Mereka mengapresiasi kepedulian Poltekkes Kemenkes Padang dan berharap program pengabdian masyarakat ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan demi mewujudkan generasi emas nagari yang sehat dan cerdas senyumnya.